UJIAN KENAIKAN TAEKWONDO

Sekolah menyerahkan sepenuhnya kegiatan ini kepada saya.  Saya pun melaksakan tugas ini sebaik-baiknya. Senin, 11 Januari 2010 adalah hari pertama masuk siswa setelah liburan panjang akhir semester.  Selasa (12/01) sekitar jam 09.00 sabum (pelatih) Budi telpon saya intinya data & foto peserta ujian sudah siap besok (Rabu 13/01).  “Wah mepet sekali!” batin saya.  Menindaklanjutinya saya mendata tiap kelas siapa saja yang mau ikut ujian.  Kelas 9 sepertinya tidak ada yang ikut.  Kelas 7 A/B karena masih geup-10 (sabuk putih) semua wajib ikut ujian.  Kelas 8 A empat orang.  “Aku ikut pak,” jawab mas Fithor mantab.  Kelas 8 B satupun tidak ada yang ikut.  “Taegeuknya aku lupa pak, sudah lama banget gak latihan,” ucap mbak Pipit.  “Sudah dua minggu lebih kan pak gak latihan,” lanjut mbak Pipit.  “Aku mau ikut tapi taegeuknya diulang sekaliii aja,” sambung mbak Zahro.  Selasa (12/01) data peserta ujian sudah siap.  Untuk foto belum bisa, masalahnya hari itu anak-anak  tidak ada yang membawa dobok (seragam taekwondo).  Kalaupun ada tentunya lama karena 1 atau 2 dobok dipakai bergantian semua siswa kelas 7.  Saya masih harus mencari kamera dan menyiapkan tempat/background.  Belum lagi ngedit fotonya sebelum dicetak.  Untuk foto saya tidak sanggup.  Saya sampaikan hal ini kepada sekolah.  Setelah itu kontak dengan sabeum.  Akhirnya foto bisa dikumpulkan hari Kamis.  Rabu (13/01) sore diadakan latihan taekwondo.  Sebenarnya tidak ada jadwal latihan, tapi dilakukan untuk persiapan ujian.  Selesai latihan anak-anak kelas 7 A/B saya ambil gambarnya.  Supaya foto besok sudah siap, ba’da mabhrib itu saya langsung bergerak. Tiap Rabu ba’da maghrib saya ada jadwal ngaji dengan bag. SDM bersama penghuni asrama yang lain.  Untuk taekwondo saya izin.  Saya bela-belain sampai gak ikut ngaji.  Perut juga masih kosong.  Ahirnya beres sudah urusan administrasinya.

Ahad, 17  Januari 2010 dojang SMPIT BIAS Yogyakarta mengikuti ujian kenaikan tingkat taekwondo bertempat di STIE YKPN Seturan Yogyakarta.  “Sampai sana jam tujuh ya pak, soalnya acara dimulai jam setengah lapan,” sabeum Budi memberi tahu saya sehari sebelumnya.  Kesepakatan dengan anak-anak berangkat dari Ar Royyan jam 06.45 WIB.  Pagi itu sebagian anak putra kls 7 Alhamdulillah sudah pada mandi, tinggal ambil sarapan di dapur.  Kls 8 putra sedang mandi.  Kelas 7 putri sudah berseragam tapi belum sarapan.  Setelah nunggu mandi, sarapan, yang masih di rumah dll akhirnya kita berangkat dari Ar Royyan jam 07.06 WIB.  Sampai STIE YKPN sudah banyak orang memakai dobok berlalu lalang.  “Kita dah nyampe!” teriak anak-anak yang duduk di belakang saya.  Rombongan turun dari bis “pariwisata”.  “Mana anak putra?” tanya saya.  Setelah saya cek ternyata mereka lagi ganti baju di dalam bis.  Rombongan sudah komplit saya ajak masuk.  “Masuknya sebelah sana mas,” ucap seorang panitia sambil jarinya menunjuk ke suatu arah.  “Gimana sih pak?!” komplain mbak Hani.  Lalu kita memutar sesuai petunjuk dari panitia tadi.  Sampai di basement, rombongan mau naik tangga untuk masuk tapi, “Lewatnya sebelah sana” ucap petugas itu sambil memberi arah.  “Gimana sih!” lagi-lagi adeknya mbak Lita ini komplain.  Akhirnya sampai juga di aula.  “Taruh semua barang-barang kita di sini” instruksi saya pada anak-anak.  Dengan langkah panjang saya mencari info rombongan ikut gelombang berapa.  Saya kembali ke anak-anak untuk memberi informasi seputar gelombang ujian.  Dojang kami yang sabuk putih gelombang 6 lap.2 semua anak bisa jadi satu gelombang kecuali mbak Wine.  Sabuk kuning strip (geup-8) gelombang 4.  Hijau polos (geup-7) gelombang 6.

Saya lupa sampai STIE YKPN jam berapa, tetapi sepertinya acara belum dimulai.  Beberapa menit rombongan menunggu, ada yang jalan-jalan, ada yang latihan taegeuk, ada yang nyetel mp3, mainin kamera.  “Kepada semua peserta ujian segera memasuki ruang ujian!” terdengar panitia memberi pengumuman lewat pengeras suara berkali-kali.  Akhirnya upacara pembukaan dimulai.  Sekian menit, tiba-tiba terdengar suara musik menghentak-hentak dan suara orang memberi aba-aba.  Orang yang di luar bergegas menghambur masuk ke aula untuk melihatnya.  Saya tidak ikut masuk karena menjaga barang anak-anak.  Tapi lama-lama saya tergoda untuk melihat.  Ternyata kami dihibur dengan atraksi taekwondo.  Pertama-tama yang tampil adalah anak usia SD, mengenakan sabuk merah.  Mereka memperagakan teknik pukulan, tangkis, dan tendangan.  “HA!” “HA!” “HAA!” lantang sekali teriakan mereka.  Setelah itu atraksi orang dewasa.  “Wahh … Ck, ck, ck!” rasa kagum saya keluar.  Ada bagian atraksi ketika anak putri menendang target cepaat sekali dengan beruntun.  Walaupun putri tapi begitu lincah, dan memilik power.  Dalam pemandangan seru seperti itu, sesekali saya melongok barang anak-anak, memastikan keamanannya.  Dalam bagian lain anak putri memperagakan salah satu teknik tendangan.  “Kalau yang itu sih saya juga bisa,” batin saya. Akhirnya tiba atraksi yang membuat saya menahan nafas.  Atraksi itu menendang kyupa (papan) yang dipegang temannya.  Tendangannya berputar sambil melayang.  “PRAKK!” papan itu pecah kena tendangan tadi.  Setelah itu disambut riuh tepuk tangan orang yang hadir di ruangan itu, termasuk saya.

Sayangnya adengan seru tadi tidak satupun dapat saya dokumentasikan untuk anda.  Kamera digital yang saya bawa, tidak mau hidup sama sekali.  Karena sebelumnya ketika sedang menunggu kamera itu dimainin mbak Hani sampai low batt hingga akhirnya mati.  Setelah  atraksi selesai peserta ujian keluar dari aula untuk menunggu dipanggil.  Anak-anak makan snack yang mereka bawa.  Ada rasa bangga melihat mereka, ketika makan, mereka menawarkan pada teman-temannya, saling berbagi makanan.  Dalam waktu itu panitia memanggil satu persatu gelombang ujian. Ketika menyebut gelombang dari kami, saya beritahukan pada mereka.  Saya masih setia menunggu mereka sambil menjaga barang-barang.  Untuk menghilangkan rasa jenuh saya mendengarkan mp3 milik mbak Farah.  Walaupun isinya tidak begitu suka tetapi lumayan daripada bengong.  Satu persatu rombongan telah selesai mengikuti ujian.  Anak-anak yang berangkat dari rumah langsung pulang bersama orang tuannya.  “Pulang dulu ya pak,” mbak Wine berpamitan. Karena tidak satu gelombang maka mbak Wine selesai paling akhir untuk sabuk putih.  Saya tinggal menunggu sabuk hijau (mas Yasir dan mas Ryan).  Anak-anak yang lain sudah di bis menunggu kami.  Akhirnya semuanya sudah selesai ujian.  Setelah bayar parkir bis meluncur menuju Ar Royyan.  “Allahuakbar Allahuakbar!”  terdengar suara adzan dhuhur ketika bis lewat di janti fly over.  Setelah itu tidak ada yang bisa saya ceritakan. Dalam perjalanan pulang saya terbuai dalam mimpi.  Saya terbangun sampai di daerah Ngancar, rupanya mas/mbak SMP BIAS juga sedang terlelap.  Mungkin mereka kecapekan.  Kira-kira 2 minggu setelah ujian saya dihubungi sabum Budi.  Hasil ujian sudah jadi.  Inilah hasil ujian taekwondo :

Nama Fisik Dasar Taegeuk Kyoruki Disiplin Hasil
Kholis 65 65 65 LULUS
Dipo 65 65 65 LULUS
Rizal 65 65 65 LULUS
Akmal 65 65 65 LULUS
Ical 65 65 65 LULUS
Herjun 65 65 65 LULUS
Huda 65 65 65 LULUS
Rofi 65 65 65 LULUS
Rizki 65 65 65 LULUS
Ayu 65 65 65 LULUS
Litan 60 60 60 LULUS
Hani 60 60 60 LULUS
Anggi 60 60 60 LULUS
Annis 65 65 65 LULUS
Arista 65 65 65 LULUS
Farah 65 65 65 LULUS
Rani 65 65 65 LULUS
Fitri 60 60 60 LULUS
Hasna 60 60 60 LULUS
Afif 65 65 65 LULUS
Dijah 65 65 65 LULUS
Ades 65 65 65 LULUS
Muna 65 65 65 LULUS
Fida 60 60 60 LULUS
Ama 70 65 65 LULUS
Winda 65 65 65 LULUS
Wine 65 65 65 LULUS
Angga 60 65 65 65 LULUS
Fithor 65 60 60 65 LULUS
Yasir 65 65 60 65 60 LULUS
Ryan 65 65 60 60 65 LULUS

About hari purwono
life is a constant struggle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: